tagline

 
Download applikasi "Manis" & donasi utk SaVe -- Pesan makanan lwt Grab Food & donasi utk SaVe -- SaVe sdh #BedahRumahVeteran di Denpasar, Surabaya, Cengkareng, Bantul, Cilincing, Bogor, Karanganyar, Klaten, Ciawi, Gorontalo, Kota Bandung, Kab Bandung, Semarang, Boyolali dan Kudus -- Ayo ikutan penggalangan dana #BedahRumahVeteran di KitaBisa.com -- Ayo ikutan #Aksi1000Mainan @Sahabat_Negeri

Bersama Pak Hasyim

#Repost @wajahproject
Terima kasih #SaVer Reza Permadi

Reza : Setiap hari apa Pak Wasyim bertugas di kantor LVRI Jakarta Selatan?
Pak Hasyim : Kami semua para pengurus datang setiap hari Senin dan Kamis

R : Kantor tersebut banyak dapat dukungan ya Pak?
W : Tidak ada, kami dikantor iuran sendiri untuk kebutuhan kantor, mulai
dari membetulkan atap bangunan, bayar jasa mengetik untuk buat LPJ, hingga membeli alat tulis.

R : Memangnya tidak ada dukungan dari LVRI pusat?
W : Tidak ada, ngomong-ngomong ini mas tidak ada unsur politik kan?

R : Tidak Pak, ada apa memangnya?
W : Kami ini sudah tua, hanya ingin hidup tenteram, jadi tidak mau dikait-kaitkan

R : Memang berapa umur Bapak sekarang?
W : 75 tahun

R : Pernah merasakan perang di tahun berapa?
W : Saya diterjunkan di Irian tahun 1962

R : Diterjunkan dari pesawat?
W : Iya Hercules, saat itu kami tidak tahu akan dikirim kemana karena kan misi rahasia jadi kami hanya siap badan saja dan dibekali kompas

R : Bisa di ceritakan suasana saat di Irian saat itu?
W : Karena didalam hutan perbekalan kita tidak banyak, karena kami harus bawa seringan mungkin, makannya ya Ular dan hasil hutan lain, tetapi di Irian hutannya sulit untuk tau mana yang bias dimakan hasilnya, paling kalau ada monyet makan daun apa, kami ikut makan.

R : Ada kisah lain yang sulit Bapak lupakan?
W : Waktu di Ambon, Saat itu Belanda tidak berani menyerang karena kami
mengelabui mereka, bermula dari ide Pak Harto meminjam banyak kapal dagang untuk di cat militer dan di setiap kapal diiberi tiang listrik yang diletakkan seolah-olah seperti meriam, sehingga di teluk ambon saat itu penuh dengan kapal yang seolah-olah seperti kapal perang. Maka dari itu Belanda mundur karena mengira Indonesia punya banyak kapal perang.

R : Ada pesan yang ingin disampaikan untuk para generasi muda?
W : Tetap memiliki jiwa juang 45, supaya apa-apa yang sudah dipertahankan seniornya tetap terjaga. Dan ketahuilah kalau veteran PKRI dan Pembela masih ada.

Follow Us On Twitter

Like Us

Instagram

Link Sahabat

lvri

logo-sane