tagline

 
Download applikasi "Manis" & donasi utk SaVe -- Pesan makanan lwt Grab Food & donasi utk SaVe -- SaVe sdh #BedahRumahVeteran di Denpasar, Surabaya, Cengkareng, Bantul, Cilincing, Bogor, Karanganyar, Klaten, Ciawi, Gorontalo, Kota Bandung, Kab Bandung, Semarang, Boyolali dan Kudus -- Ayo ikutan penggalangan dana #BedahRumahVeteran di KitaBisa.com -- Ayo ikutan #Aksi1000Mainan @Sahabat_Negeri
Friday, 16 June 2017 15:01

Catatan Akhir Robert #WolterMonginsidi

Hampir setiap hari lewat jalan dengan nama ini, baru tahu wajah dan ceritanya.

Catatan Akhir Robert #WolterMonginsidi

Karena Wolter sudah benar-benar siap, dengan santainya ia menjabat tangan regu tembak yang akan segera menghabisi nyawanya sembari berkata “Laksanakan tugas saudara. Saudara-saudara hanya melaksanakan tugas dan perintah atasan, saya maafkan saudara-saudara dan semoga Tuhan mengampuni dosa saudara-saudara.“

Akhirnya, ia menatap pasti setiap moncong senjata yang diarahkan tepat ke tubuhnya. Ia bahkan menolak ketika matanya akan ditutup, lalu berucap lantang “Dengan hati dan mata terbuka, aku ingin melihat peluru penjajah menembus dadaku.“ Lalu Wolter berteriak “Merdeka….merdeka….merdeka…!” dan depalan butir peluru menghantam tubuhnya. Peluru-peluru itu bersarang di dada, perut dan wajahnya. Meninggallah ia di usia yang masih begitu muda, 24 tahun. Selamat jalan Wolter!

Setia hingga terakhir di dalam keyakinan, sebuah tulisan tangan Wolter terselip di dalam Alkitab yang digenggamnya saat eksekusi mati di subuh hari itu terjadi. Tubuhnya rubuh dan tulisan itu tertinggal di bumi ini, mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga sebuah keyakinan, sebuah prinsip, yang jauh lebih berharga daripada kehidupan.

Saat bangsa ini mengalami berbagai cobaannya yang tak ringan, itulah sesungguhnya saat pencucian-Nya. Kita bingung, kecewa, marah, sedih, takut, kuatir: perasaan-perasaan itulah yang sedang dibersihkan-Nya. Agar kita semua ingat, sadari dan yakini, tanpa ijin-Nya bangsa ini sudah bubar oleh pemberontakan dari dulu. Tanpa ijin-Nya, kita tak mungkin berada di posisi ini saat ini.
Negeri ini adalah negeri yang besar, negeri para pahlawan.Negeri yang orang-orangnya berjiwa besar, berfikiran tajam jauh ke depan, negeri yang akan kita bela sepenuh hati sampai nanti Tuhan memanggil kita kembali.

Saat hari itu tiba, beranikah kita menatap kematian dengan mata terbuka sambil tersenyum? Sejujurnya saya malu pada Wolter Monginsidi…

kutipan dari berbagai sumber

#repathAncho

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Follow Us On Twitter

Like Us

Instagram

Link Sahabat

lvri

logo-sane