tagline

 
Selamat Tahun Baru 2020

Pendiri / Pengurus

foto-pengurus-SaVe

Rekening & alamat donasi

BCA : 5660 39 3333 MANDIRI : 126 00000 888 71

SaVe House : Gedung Aji Waras lantai 2
Jl Cipete Raya no 76C, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. 12410. Indonesia

Wednesday, Nov 16 2016 0 comment
Semangat tak kunjung padam dari
Oleh #SaVer @ati_prasodjo #KotaPahlawan tak
Yayasan Sahabat Veteran Indonesia
Saturday, 11 January 2014 11:30

Siang yg penuh Semangat!


Oleh Amanati R Prasodjo
 
Rabu 13 Nov 2013. Pukul 11.00 tepat, kami 3 org savers duduk di ruang meeting Dewan Pimpinan Pusat LVRI. Tidak kurang minimal 10 veteran perwira tinggi bahkan jendral besar duduk dihadapan kami.

Banyak hal kami diskusikan. Terutama ttg bgmn mentransformasi Spirit Perjuangan dr para pejuang kepada generasi muda penerus bangsa.
 
Dihadapan saya duduk diantaranya Kakek Sukotjo, kakek Rais Abin dan kakek Gafar. Mereka adalah 3 org Veteran pejuang dr 4 org yg masih aktif di DPP yg tersisa. Sungguh jumlah yg membuat deg2an.
 
Sebelum diskusi dimulai kakek Kotjo bercerita. Tentang suatu kejadian kecil disatu saat ketika berjuang untuk kemerdekaan.
 
Rencananya saat itu beliau harus menyerang sebuah markas Belanda. Kakek Kotjo yg memimpin, akan menyerang pertama bersama 11 org anak buah. Sebelum itu, beliau membutuhkan 4 org yg bisa membantu membom 4 titik penjagaan yg sgt ketat. Mereka harus menyusup untuk melempar "Bom jenggot" Tdk ada anak buah pak Kotjo yg bersedia. Tiba2 muncul 4 org dibelakang beliau, menggunakan pakaian putih2. "Saya saja dik" ucap salah satunya. Kakek Kotjo terheran sejenak. Namun dg rasa sukur, disetujui tawaran org2 yg tak dikenal itu.
 
Serangan dimulai, para pembawa bom berlari melaksanakan tugas. Bom jenggot, jika dilempar bukan oleh yg pandai, bisa jadi tak meledak. Belum lg jumlah bomnya yg sangat terbatas dimiliki. Kakek Kotjo dan pejuang lain telah bersiap. Menunggu bom meledak, dan pasukan menyerbu.
 
Bom akhirnya meledak. Keempat2nya berhasil! Belanda panik kocar kacir. Disaat itulah kakek Kotjo dkk mengambil kesempatan untuk menyerbu dan meluluhkan lawan. Lucunya, (lucu krn kakek cerita sambil tertawa. Aku yakin aslinya ini ngga lucu sama sekali) ke 11 org yg harusnya ikut menyerbu, mereka tidak ikut. Kakek Kotjo maju dg senjatanya sendirian!
 
Sebelum cerita selesai, ternyata acara diskusi harus dimulai. Untukku sdh tak terlalu penting lg lanjutannya. Kakek Kotjo toh masih tertawa2 hingga saat ini, apapun yg terjadi cuplikan cerita ini telah cukup menjadi pelajaran luar biasa untukku.
 
Teladan dr beliau adalah, beliau mengambil dulu keputusan untuk memimpin dan melaksanakan tugas penting. Beliau tidak membatasi dirinya dg keterbatasan diri senjata terbatas, pasukan terbatas. Kemauan dan keberanian adalah modal untuk bergerak. Sisanya beliau dipimpin dan di bantu ribuan pasukan tak terlihat. 4 org yg muncul dan menghilang kemudian bisa jadi malaikan utusan yg hanya diperlihatkan untuk dirinya yg yakin akan keterlibatan sebuah niat mulia.
 
Pasukan2 yg tak ikut maju menjalankan tugaspun bukan halangan untuk menang. Memang bukan merekalah yg dipilih untuk menjadi wakilNya menyempurnakan sebuah misi.
 
Pada ahirnya, pangkat bertumpuk, jubah lebar, kedudukan strategis bukan jaminan memperoleh kebahagiaan nurani. Seperti yg didapat oleh kakek Sukotjo. Berapa banyakpun jasa beliau pd bangsa ini, beliau sll riang gembira mengenakan baju santai dg tas slempangnya yg sederhana. Menikmati hari2 penuh kepuasan telah berdansa berjuang berayun2 hanya bergantung pd PemilikNya. Bak menyelesaikan permainan kecil yg berbuah hadiah dr yg Maha Kuasa. KEMERDEKAAN!
 
Apa permainan kecilmu bersama Penciptamu? Maukah kamu berjuang dg hanya bergantung pd Dia untuk dpt memenangkannya?

*Kukunyah singkong hangat suguhan sehat dg nikmat ........mikir*

 

Saturday, 11 January 2014 11:29

Veteran Cirebon 2


Oleh Agung Santoso
 
Kakek veteran ini sdh berusia 87 tahun. Beliau bekas anggota batalyon 315 Siliwangi. Dari jumlah 5 orang anggota batalyon tsb yg ada di Cirebon hanya beliau yg masih hidup..
 
Saat ini beliau tinggal bersama keluarganya di rumah yg dibangun sendiri sekitar th 1982. Beliau cerita pada waktu membangun rumah, pasirnya diambil sendiri dg pikulan dari sungai yg ada di dekat rumahnya dan dia sendiri juga yg membangun rumah itu termasuk menggali sumur yg sampai saat ini msh berfungsi baik dan airnya masih bisa diminum karena kata beliau rasanya sangat menyegarkan.

Saat ditanya ttg kiat2nya bisa panjang usia, beliau biang krn selalu minum air putih yg diambil dari sumurnya. Dan juga dalam menjalani hidup harus selalu tenang jangan kemrungsung dan pikiran kita harus selalu ingat kepada Allah SWT setiap saat..

Terima kasih Kek.. Semoga Allah selalu melindungi dan menyayangi Kakek..

Saturday, 11 January 2014 11:27

Veteran Cirebon 1


Oleh Agung Santoso
 
Salah seorang kakek veteran yg juga hadir pada penyerahan Tali Kasih di Cirebon. Beliau hadir ditemani oleh cucu laki2nya yg dg setia mendampingi sang kakek selama acara berlangsung. Sempat mengobrol dg mereka, si cucu yang banyak bercerita krn sang kakek sdh agak berkurang pendengarannya.
 
Usia beliau saat ini 92 tahun, dulu berjuang di daerah sekitar cirebon hingga ke daerah gunung ciremai. Beliau 8 bersaudara, dan seluruh saudara laki2nya (4 orang) adalah juga pejuang. Pernah ada suatu waktu dimana mereka semua hidup terpencar karena peperangan selama bertahun2, namun kemudian mrk bisa berkumpul kembali di cirebon. Saat ini hanya beliau yang masih hidup.
 
Selain pendengaran yg sudah banyak berkurang, pada umumnya kondisi kesehatan kakek masih sangat baik, pun tidak ada pantangan makanan. Ketika ditanyakan apa aktivitas kakek sehari2 cucunya mengatakan kumpul bersama cucu2 dan beribadah, tiba2 si Kakek mengatakan dg suara lirihnya sambil tersenyum "Aki mah tinggal tunggu giliran.."

Terima kasih Kek.. Semoga Allah selalu melindungi dan menyayangi.. Dan bila waktunya tiba Allah memberi jalan dan kemudahan untuk menjumpaiNya...
Saturday, 11 January 2014 11:25

Ketua DPD LVRI Riau Kakek H. Radja Roesli (88)


Oleh : Amanati Prasodjo
 
"Saya tdk menyangkal saya bangga melihat pertumbuhan fisik bangsa ini luar biasa.
Namun saya kecewa melihat perkembangan mental dan spiritual yg terjadi. Banyak orang yg seharusnya mengayomi sbg pemimpin, mereka malah dinyatakan bersalah krn merugikan masyarakat. bahkan ada hakim tinggi yg seharusnya mengadili kejahatan, justru diapun diadili krn melakukan kejahatan dan merugikan krn jabatannya.
Sama sekali bukan untuk itu tujuan kami berjuang dulu..."

Oleh Agung Santoso
 
Usia beliau sudah 88 tahun, beliau termasuk angkatan pertama tentara Heiho (tentara bantuan yg direkrut Jepang), tahun 1943. Sebagai Heiho beliau pernah ditugaskan di kepulauan di Philipina. Sampai saat ini bahasa jepangnya masih lancar, pada waktu berbincang beliau juga sempat "memamerkan" kefasihannya berbahasa jepang, termasuk menyanyikan (walaupun hanya dg suara lirih saja..) beberapa lagu jepang yg msh beliau hafal.
 
Setelah kalahnya jepang, beliau kemudian bergabung dengan BKR kemudian TKR dan terakhir bergabung dengan TNI. Beliau aktif turut berperang didaerah2 sekitar Sumbar dan Riau, beliau menceritakan banyak kawan2 seperjuangannya yang gugur dalam peperangan tersebut.
 
Sebagaimana juga dg veteran2 lainnya, walaupun datang dg menggunakan tongkat, namun sosok mata dan ekspresi berbicaranya masih menyiratkan semangat kejuangan yg menyala-nyala..

Terima kasih Kakek.. atas jasa mu untuk kami semua. Semoga Allah selalu melindungi dan memberi ketenteraman dan ketenangan hidup di usia Kakek yg sudah lanjut ini..

Saturday, 11 January 2014 11:23

Pesan terpendam dibalik pigura

Oleh : Amanati R Prasodjo
 
Sore menjelang malam itu hp ku berdering. Diseberang sana seorang sahabat menyapaku dg suara semangat. "Mbakyu! aku mendapat warisan tersembunyi!" katanya.
Lalu mulailah dia bercerita. Baru saja dia berkunjung ke rumah seorang janda veteran. Kondisinya sangat memprihatinkan. Ia tinggal bersama anaknya yg telah lama sakit. Untuk merawat anaknya yg membutuhkan biaya besar, segala cara dilakukan. Saat ini ia sdg berikhtiar untuk menjual rumahnya. Sahabatku berkunjung untuk menghibur dan memberi perhatian semampunya.
 
Di ruang tamu yg sederhana, banyak sekali foto dan penghargaan yg dipigura oleh almarhum kakek veteran ketika ia masih hidup. Sahabatku menelusuri satu persatu saksi sejarah kepahlawanan yg dilakukan si kakek dlm perjuangannya merebut Indonesia.
 
Beliau bernama Raden Sujoko Sastro Dwijoyo. Lahir 28 Oktober 1925. Beliau terlibat dlm peperangan Bandung Lautan Api, berada dlm kesatuan Laskar Siliwangi. Beliau wafat pada tahun 2009 yg lalu.
 
Kudapat membayangkan saat2 sahabatku menyaksikan benda2 itu satu persatu. Saksi bisu sejarah heroik yg dilalui oleh kakek Joko. Kebanggaan luhur yg terserak di tiap pelosok bumi Indonesia yg bisa jadi akan menghilang dilupakan oleh keturunannya begitu saja.

Tiba2 sahabatku menyentakku. "Mbakyu! jangan lupakan yg satu ini! Kakek Joko khusus menulisnya sendiri dan dipigura. Aku menyalinnya. Mari kita sebarkan nasehat kata2 bertuahnya mbak..."

*Jika anda kehilangan harta benda, anda tidak kehilangan apa-apa.
*Jika anda kehilangan Semangat, anda kehilangan banyak hal.
*Jika anda kehilangan kemuliaan, harga diri dan jiwa besar, anda kehilangan segala-galanya."
-------------------------
Aku luluh mendengarnya. Menerawang mengingat hiruk pikuk yg justru saat ini banyak terjadi.
Semangat, Kemuliaan, harga diri dan jiwa besar justru adalah yg pertama mudah tergadaikan.
Sebaliknya jika itu harta, Seolah seribu nyawapun jika punya, beranilah menjadi taruhannya.

Mungkin tulisan bertuah berikut pigura itu telah usang dan berdebu. Namun kandungannya demikian berkilau hingga demikian sulit untuk dijangkau...

 
Saturday, 11 January 2014 11:20

Pejuang yang dilupakan

Oleh : Amanati R Prasodjo


Anak tangga yg curam, ketinggian langkahnya besar2 dan tak beraturan. Berkelok dan terus menghujam jauh kedalam.

Bak bermain ular tangga yg salah dadu lalu terhukum turun jauh ke dasar dan mengecewakan.

Kutemukan gang dipinggir tebing sempit yg hanya dipagari bambu ringkih dan jarang. Kiranya ternyata menuju sebuah pintu rumah sekotak berukuran 3x3.

Kuterpana tak sanggup berkata2 ketika melihat kedalamnya. Sepasang manusia merangkak panik luar biasa. Disekelilingnya berserakan alat dapur dekat kompor dekat kasur palembang lengket dan pekat, dekat lemari reot, dekat jemuran menjuntai.. dan dekat kakus!

Masya Allah... Kutahan air mataku yg memanaskan kelopak. Kuserbu dan kutenangkan kedua makhluk mulia yg tak pernah kubayangkan terjadi pd mereka.
Aku duduk dimanapun kubisa. Rupanya ketenangan mrk terganggu krn kedatanganku. Tak pernah lg berharap ada tamu. Tak miliki lg lantai tempat berhadapan untuk bertemu.

Sepasang Veteran yg luar biasa. Sang kakek tak dpt lg berjalan krn kakinya patah bbrapa bln lalu krn terjatuh. Dan yg tak dpt kubayangkan, mereka keduanya buta!

Mereka bukan tinggal jauh di hutan. Mereka bukan tinggal jauh di pedalaman. Mereka ada di dekatku. Di tengah kota! Namun mereka terbuang dan terlupakan.

Ampuni kami ya Robb...

 

Memenuhi undangan IDCC (Indonesia Disabled Care Community) SaVe hadir membuka stand dalam acara National Conferences on Disability Awareness (NCDA) 2013 "Aware - Care - Share" yang diadakan pada tanggal 7 dan 8 Desember 2013 di kampus Sampoerna School di Jakarta.

Atas prakarsa SaVers Palembang dan mahasiswa-mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang bertempat di kampus mereka pada tanggal 9 November 2013 diselenggarakan Pembekalan 4 Pilar Kebangsaan. Acara yang diihadiri oleh ratusan mahasiswa dari Palembang ini diisi oleh pembicara-pembicara dari legislatif, pemerintah, TNI, Polri dan tentu Veteran.

Atas prakarsa SaVers Palembang dan mahasiswa-mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang bertempat di kampus mereka pada tanggal 9 November 2013 diselenggarakan Pembekalan 4 Pilar Kebangsaan. Acara yang diihadiri oleh ratusan mahasiswa dari Palembang ini diisi oleh pembicara-pembicara dari legislatif, pemerintah, TNI, Polri dan tentu Veteran. 

Page 47 of 56
Wednesday, May 15 2013 71 comments
A Liter of Tears for The Forgotten Heroes
(kutipan dan ulasan atas tulisan Asvi Warman Adam, Sejarawan LIPI) Sore itu dalam
Monday, May 06 2013 11 comments
#BedahRumahVeteran
Salah satu program utama Sahabat Veteran adalah pengadaan tempat tinggal yang layak yang
Monday, May 06 2013 1413 comments
Gerakan Moral Anak Bangsa untuk Veteran Indonesia
Gerakan Moral Anak Bangsa untuk Veteran Indonesia Sahabat Veteran, yang sering juga
Monday, May 06 2013 27 comments
#TransformasiSemangatPerjuangan: Veteran & SaVe Masuk ke Sekolah
  Sejak tanggal 7 April 2012 sampai sekarang  masih terus berlangsung

Sahabat Veteran Muda

  • logo-acroteen4tion.jpg
  • logo-alsa.jpg
  • logo-bem-feui.jpg
  • logo-bem-fpui.jpg
  • logo-bem-stan.jpg
  • logo-best-wanna-be-ui.jpg
  • logo-bina-antarbudaya.jpg
  • logo-boutique-ikhlas.jpg
  • logo-buddist-reborn.jpg
  • logo-dema-fakultas-psikologi-uin.jpg
  • logo-fib-ui.JPG
  • logo-gerakan-sosial-parahyangan.jpg
  • logo-geraseri.jpg
  • logo-global-jaya-school.jpg
  • logo-himasurya.jpg
  • logo-hmj.jpg
  • logo-kaskus.jpg
  • logo-kinderfield.jpg
  • logo-kodak.jpg
  • logo-lihat-indonesia-roadtrip.JPG
  • logo-max-colony.jpg
  • logo-mojor.jpg
  • logo-omg.jpg
  • logo-PPIA-UNIMELB.jpg
  • logo-president-university.jpg
  • logo-prgoram-peduli-nagari.jpg
  • logo-prudent.jpg
  • logo-psychofair.jpg
  • logo-pustaka-ikhlas.jpg
  • logo-rdk-fm.jpg
  • logo-rica-leyona.jpg
  • logo-sema-fkuy.PNG
  • logo-sma-insan-rabbany.jpg
  • logo-sman6-bekasi.jpeg
  • logo-sman10-bekasi.jpg
  • logo-sman28-jkt.jpg
  • logo-smk-grafika.jpg
  • logo-ssb.jpg
  • logo-sse.jpg
  • logo-supermotor-indonesia.JPG
  • logo-surya-university.jpg
  • logo-universitas-katolik-parahyangan.jpg
  • logo-untukmu-pahlawanku.jpg
  • logo-wajah-project.jpg

Tanda Mata Sahabat

Video Sahabat

Follow Us On Twitter

Like Us

Link Sahabat

lvri

logo-sane