tagline

 
Selamat Hari LVRI 2019 (02/01/2019) -- Selamat Tahun Baru 2019

Pendiri / Pengurus

foto-pengurus-SaVe

Rekening & alamat donasi

BCA : 5660 39 3333 MANDIRI : 126 00000 888 71

SaVe House : Gedung Aji Waras lantai 2
Jl Cipete Raya no 76C, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. 12410. Indonesia

Wednesday, Nov 16 2016 0 comment
Semangat tak kunjung padam dari
Oleh #SaVer @ati_prasodjo #KotaPahlawan tak
Yayasan Sahabat Veteran Indonesia

Pada bulan November 2013 setelah mengunjungi Sulawesi Selatan, SaVers dari Bogor, Lampung dan Palembang berkunjung ke Ambon Maluku dalam rangka menebarkan benih SaVe disana. Sambutan sangat positif terutama dari kalangan mahasiswa. Dalam kesempatan itu bersama dengan SaVers baru dari Ambon juga mengunjungi rumah beberapa Veteran termasuk opa dan oma Pelamonia.

Pada Hari Minggu 8 November 2013 pukul 9:00 smp pukul 13:00 diselenggarakan baksos Natal yang merupakan kerjasama SaVe dan Remaja Batak Kebayoran Lama bertempat di DPC LVRI Jaksel di Jl Pasar Minggu Jakarta Selatan. Baksos berupa pemeriksaan mata, pemberian kacamata gratis, penyerahan tali kasih, makan siang serta hiburan untuk sekitar 30 Veteran.

Saturday, 11 January 2014 11:37

Suatu Sore di Ambon

Oleh : Dicky Irawan

Kami berkunjung ke rumah anggota LVRI Ambon Opa dan Oma Pelamonia pada tanggal 25 November 2013. Merekalah yang menggagas dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya di kota Ambon pada tanggal 27 Desember 1949. Dengan strategi yang jitu Opa Pelamonia berhasil mendapatkan informasi hasil dari Konferensi Meja Bundar di Den Haag, beliau dibantu oleh salah satu jurnalis dari Ambon yang ikut dlm KMB, lalu mengirimkan berita tentang hasil dari KMB kepada Opa Pelamonia, yang dikirim via pos, disimpan dengan baik oleh Oma Pelamonia yang saat itu memang bertugas di jawatan pos Hindia Belanda (pada waktu itu mereka belum menikah).
Setelah membaca kabar, segeralah Opa membentuk kepanitiaan sederhana utk segera mengibarkan sang merah putih di kota Ambon..

 

Saturday, 11 January 2014 11:33

Bayangkan Ketika Itu Tiba


Oleh: Amanati R Prasodjo

Saat Sahabat Veteran berdiri pada 10 November 2010, data statistik dr LVRI th 2009, jumlah Veteran di seluruh Indonesia sekitar 300.000 jiwa. Veteran pejuang dan veteran pembela kurang lbh seimbang jumlahnya.
                                    
Tahun 2012 kembali dilakukan penghitungan kembali dg mengambil data veteran2 yg datang menerima tuvet (tunjangan veteran) dan dahor (dana kehormatan). Hasilnya fantastis. Menjadi 120.000! Hanya dlm kurun 3 th.
 
Veteran pejuang yg rata2 usia diatas 82 th, dg drastis berkurang dg cepat. Berharap perhitungan mengalami kesalahan. Tak perdulilah dg keakuratan.
 
Save miliki tugas berat saat ini. Betapa sempit waktu yg dimiliki untuk perkenalkan generasi muda pd pendiri bangsa ini. Pada spirit2 mulia mengapa bangsa yg telah terjajah 350 th dpt merdeka dg berjuang merebut kemerdekaan. Bukan hadiah!
 
Siapakah orgnya yg ingin bersama berjuang berterima kasih pd mereka dg sedikit saja meluangkan waktu bertemu untuk memeluk mereka. Tersenyum sayang dan mendengarkan petuah warisan sakti mereka?
 
Hingga suatu ketika yg tak dapat kita bayangkan. Hari itu akan tiba. Betapa sulitnya mencari dan bertemu mereka. Bahkan hanya untuk mencium tangan didetik2 saat hembusan nafas terahirnya. Membuatnya tersenyum bahagia. Karena mereka tau kita ada. Untuk melanjutkan perjuangan mereka. Berkasih sayang dan menjadi bangsa yg mulia dan tetap merdeka.
 

Waktu itu akan tiba. Detiknya terasa bak akan terjadi besok lusa....


9 Bayangkan jika kamu, menanam sebuah pohon dg susah payah, mencangkul lahannya, memberinya pupuk yg terbaik, menyiraminya, menjaganya hingga bertumbuh besar dan berbuah lebat. Lalu anak cucu kamu tinggal memanennya. Sesama cucu mereka berebut buahnya. Memakannya dengan rakus. Tak peduli dg mu. Boro-boro membagimu hasil buahnya dg layak sbg org yg menanamnya. Bahkan berterima kasihpun tidak. Dan yg konyol lg, bahkan anak cucumu tidak mengenalmu!

Begitukah kita? Begitukah kamu pd pendiri bangsa ini?!

Sahabatku Agung Santoso sdg memberi pembekalan pd para mahasiswa di Bengkulu.

Spirit perjuangan para veteran bergetar dlm suaranya.

 

 

 

 


10Di kamar yg gelap ttp bersih ini berbaring kakek Bodho 85th. Sdh beberapa hari beliau tdk dpt bangun dr kasur krn osteoporosis pd tulang belakang. Pak Bodho berasal dr jawa tengah dan dulupun berjuang disana. Kini tinggal di Bengkulu.

Seluruh kakak pak Bodho adalah pejuang. Mereka semua wafat ketika berperang. Selain ada yg ditembak Belanda, ada pula yg terjebak oleh mata2 Belanda dr bangsa sendiri yg menjadi lurah di sebuah desa. Ketika itu banyak skl para pejuang yg meninggal krn para penghianat bangsa sdr yg cukup sulit terdeteksi kedatangannya.

*Sungguh berat perjuangan merebut bangsa ini. Indonesia merdeka krn peran kompak para veteran di seluruh belahan Indonesia.. Bukan hadiah dr pihak manapun*

 

 
Oleh Amanati R Prasodjo
 
Tertawa2 sambil menunjuk ke rumah2 disekeliling kebun. "Alhamdulillah neng saya tetap lebih menang. Orang2 rumah pd bagus tapi ngontrak. Saya, begini2 tetap lebih enak. Ngga dikejar2 bayaran." Ketanya sambil menepuk2 papan rumahnya bagai menepuk seorang sahabat.

Kakek Nahid adalah seorang yg miliki kecerdasan melihat berbagai hal dr sudut positif.
 
Beliau menjelaskan, mengapa Belanda kalah oleh pejuang kita, karena nasionalisme bangsa kita kuat. Senjata kita lebih jelek tapi Belanda takut. Soalnya kita lebih rajin dan taktiknya lebih pinter.
 
Kakek dg senyum manis ini sdh 50 tahun sll bangun Jam 01.00 pagi. Beliau keluar rumah berkeliling mengamati lingkungan. Jika mampir ke tempat warga yg sdg ronda tertidur, ia bangunkan. Jangan sampai ada manusia dg tujuan jelek sliweran ngga lihat. katanya. Beliau inisiatif ronda tanpa digaji dan meminta. Untuk Nasionalisme ujarnya lg.
 
Jika ada warga yg ingin memberinya uang, dia selidiki dulu apakah anak istri si pemberi sdh cukup makan. Jika menurutnya belum, ditolaknya uang itu, dan dimintanya untuk membeli beras keluarga pemberi saja.
 

Hidupnya sll gembira dan ceria. Tampak sekali nyata. Hatinya yang bersih menempatkan dia selalu berada di Surga.

Saturday, 11 January 2014 11:30

Siang yg penuh Semangat!


Oleh Amanati R Prasodjo
 
Rabu 13 Nov 2013. Pukul 11.00 tepat, kami 3 org savers duduk di ruang meeting Dewan Pimpinan Pusat LVRI. Tidak kurang minimal 10 veteran perwira tinggi bahkan jendral besar duduk dihadapan kami.

Banyak hal kami diskusikan. Terutama ttg bgmn mentransformasi Spirit Perjuangan dr para pejuang kepada generasi muda penerus bangsa.
 
Dihadapan saya duduk diantaranya Kakek Sukotjo, kakek Rais Abin dan kakek Gafar. Mereka adalah 3 org Veteran pejuang dr 4 org yg masih aktif di DPP yg tersisa. Sungguh jumlah yg membuat deg2an.
 
Sebelum diskusi dimulai kakek Kotjo bercerita. Tentang suatu kejadian kecil disatu saat ketika berjuang untuk kemerdekaan.
 
Rencananya saat itu beliau harus menyerang sebuah markas Belanda. Kakek Kotjo yg memimpin, akan menyerang pertama bersama 11 org anak buah. Sebelum itu, beliau membutuhkan 4 org yg bisa membantu membom 4 titik penjagaan yg sgt ketat. Mereka harus menyusup untuk melempar "Bom jenggot" Tdk ada anak buah pak Kotjo yg bersedia. Tiba2 muncul 4 org dibelakang beliau, menggunakan pakaian putih2. "Saya saja dik" ucap salah satunya. Kakek Kotjo terheran sejenak. Namun dg rasa sukur, disetujui tawaran org2 yg tak dikenal itu.
 
Serangan dimulai, para pembawa bom berlari melaksanakan tugas. Bom jenggot, jika dilempar bukan oleh yg pandai, bisa jadi tak meledak. Belum lg jumlah bomnya yg sangat terbatas dimiliki. Kakek Kotjo dan pejuang lain telah bersiap. Menunggu bom meledak, dan pasukan menyerbu.
 
Bom akhirnya meledak. Keempat2nya berhasil! Belanda panik kocar kacir. Disaat itulah kakek Kotjo dkk mengambil kesempatan untuk menyerbu dan meluluhkan lawan. Lucunya, (lucu krn kakek cerita sambil tertawa. Aku yakin aslinya ini ngga lucu sama sekali) ke 11 org yg harusnya ikut menyerbu, mereka tidak ikut. Kakek Kotjo maju dg senjatanya sendirian!
 
Sebelum cerita selesai, ternyata acara diskusi harus dimulai. Untukku sdh tak terlalu penting lg lanjutannya. Kakek Kotjo toh masih tertawa2 hingga saat ini, apapun yg terjadi cuplikan cerita ini telah cukup menjadi pelajaran luar biasa untukku.
 
Teladan dr beliau adalah, beliau mengambil dulu keputusan untuk memimpin dan melaksanakan tugas penting. Beliau tidak membatasi dirinya dg keterbatasan diri senjata terbatas, pasukan terbatas. Kemauan dan keberanian adalah modal untuk bergerak. Sisanya beliau dipimpin dan di bantu ribuan pasukan tak terlihat. 4 org yg muncul dan menghilang kemudian bisa jadi malaikan utusan yg hanya diperlihatkan untuk dirinya yg yakin akan keterlibatan sebuah niat mulia.
 
Pasukan2 yg tak ikut maju menjalankan tugaspun bukan halangan untuk menang. Memang bukan merekalah yg dipilih untuk menjadi wakilNya menyempurnakan sebuah misi.
 
Pada ahirnya, pangkat bertumpuk, jubah lebar, kedudukan strategis bukan jaminan memperoleh kebahagiaan nurani. Seperti yg didapat oleh kakek Sukotjo. Berapa banyakpun jasa beliau pd bangsa ini, beliau sll riang gembira mengenakan baju santai dg tas slempangnya yg sederhana. Menikmati hari2 penuh kepuasan telah berdansa berjuang berayun2 hanya bergantung pd PemilikNya. Bak menyelesaikan permainan kecil yg berbuah hadiah dr yg Maha Kuasa. KEMERDEKAAN!
 
Apa permainan kecilmu bersama Penciptamu? Maukah kamu berjuang dg hanya bergantung pd Dia untuk dpt memenangkannya?

*Kukunyah singkong hangat suguhan sehat dg nikmat ........mikir*

 

Saturday, 11 January 2014 11:29

Veteran Cirebon 2


Oleh Agung Santoso
 
Kakek veteran ini sdh berusia 87 tahun. Beliau bekas anggota batalyon 315 Siliwangi. Dari jumlah 5 orang anggota batalyon tsb yg ada di Cirebon hanya beliau yg masih hidup..
 
Saat ini beliau tinggal bersama keluarganya di rumah yg dibangun sendiri sekitar th 1982. Beliau cerita pada waktu membangun rumah, pasirnya diambil sendiri dg pikulan dari sungai yg ada di dekat rumahnya dan dia sendiri juga yg membangun rumah itu termasuk menggali sumur yg sampai saat ini msh berfungsi baik dan airnya masih bisa diminum karena kata beliau rasanya sangat menyegarkan.

Saat ditanya ttg kiat2nya bisa panjang usia, beliau biang krn selalu minum air putih yg diambil dari sumurnya. Dan juga dalam menjalani hidup harus selalu tenang jangan kemrungsung dan pikiran kita harus selalu ingat kepada Allah SWT setiap saat..

Terima kasih Kek.. Semoga Allah selalu melindungi dan menyayangi Kakek..

Saturday, 11 January 2014 11:27

Veteran Cirebon 1


Oleh Agung Santoso
 
Salah seorang kakek veteran yg juga hadir pada penyerahan Tali Kasih di Cirebon. Beliau hadir ditemani oleh cucu laki2nya yg dg setia mendampingi sang kakek selama acara berlangsung. Sempat mengobrol dg mereka, si cucu yang banyak bercerita krn sang kakek sdh agak berkurang pendengarannya.
 
Usia beliau saat ini 92 tahun, dulu berjuang di daerah sekitar cirebon hingga ke daerah gunung ciremai. Beliau 8 bersaudara, dan seluruh saudara laki2nya (4 orang) adalah juga pejuang. Pernah ada suatu waktu dimana mereka semua hidup terpencar karena peperangan selama bertahun2, namun kemudian mrk bisa berkumpul kembali di cirebon. Saat ini hanya beliau yang masih hidup.
 
Selain pendengaran yg sudah banyak berkurang, pada umumnya kondisi kesehatan kakek masih sangat baik, pun tidak ada pantangan makanan. Ketika ditanyakan apa aktivitas kakek sehari2 cucunya mengatakan kumpul bersama cucu2 dan beribadah, tiba2 si Kakek mengatakan dg suara lirihnya sambil tersenyum "Aki mah tinggal tunggu giliran.."

Terima kasih Kek.. Semoga Allah selalu melindungi dan menyayangi.. Dan bila waktunya tiba Allah memberi jalan dan kemudahan untuk menjumpaiNya...
Saturday, 11 January 2014 11:25

Ketua DPD LVRI Riau Kakek H. Radja Roesli (88)


Oleh : Amanati Prasodjo
 
"Saya tdk menyangkal saya bangga melihat pertumbuhan fisik bangsa ini luar biasa.
Namun saya kecewa melihat perkembangan mental dan spiritual yg terjadi. Banyak orang yg seharusnya mengayomi sbg pemimpin, mereka malah dinyatakan bersalah krn merugikan masyarakat. bahkan ada hakim tinggi yg seharusnya mengadili kejahatan, justru diapun diadili krn melakukan kejahatan dan merugikan krn jabatannya.
Sama sekali bukan untuk itu tujuan kami berjuang dulu..."

Oleh Agung Santoso
 
Usia beliau sudah 88 tahun, beliau termasuk angkatan pertama tentara Heiho (tentara bantuan yg direkrut Jepang), tahun 1943. Sebagai Heiho beliau pernah ditugaskan di kepulauan di Philipina. Sampai saat ini bahasa jepangnya masih lancar, pada waktu berbincang beliau juga sempat "memamerkan" kefasihannya berbahasa jepang, termasuk menyanyikan (walaupun hanya dg suara lirih saja..) beberapa lagu jepang yg msh beliau hafal.
 
Setelah kalahnya jepang, beliau kemudian bergabung dengan BKR kemudian TKR dan terakhir bergabung dengan TNI. Beliau aktif turut berperang didaerah2 sekitar Sumbar dan Riau, beliau menceritakan banyak kawan2 seperjuangannya yang gugur dalam peperangan tersebut.
 
Sebagaimana juga dg veteran2 lainnya, walaupun datang dg menggunakan tongkat, namun sosok mata dan ekspresi berbicaranya masih menyiratkan semangat kejuangan yg menyala-nyala..

Terima kasih Kakek.. atas jasa mu untuk kami semua. Semoga Allah selalu melindungi dan memberi ketenteraman dan ketenangan hidup di usia Kakek yg sudah lanjut ini..

Page 45 of 54
Wednesday, May 15 2013 71 comments
A Liter of Tears for The Forgotten Heroes
(kutipan dan ulasan atas tulisan Asvi Warman Adam, Sejarawan LIPI) Sore itu dalam
Monday, May 06 2013 11 comments
#BedahRumahVeteran
Salah satu program utama Sahabat Veteran adalah pengadaan tempat tinggal yang layak yang
Monday, May 06 2013 1413 comments
Gerakan Moral Anak Bangsa untuk Veteran Indonesia
Gerakan Moral Anak Bangsa untuk Veteran Indonesia Sahabat Veteran, yang sering juga
Monday, May 06 2013 27 comments
#TransformasiSemangatPerjuangan: Veteran & SaVe Masuk ke Sekolah
  Sejak tanggal 7 April 2012 sampai sekarang  masih terus berlangsung

Sahabat Veteran Muda

  • logo-acroteen4tion.jpg
  • logo-alsa.jpg
  • logo-bem-feui.jpg
  • logo-bem-fpui.jpg
  • logo-bem-stan.jpg
  • logo-best-wanna-be-ui.jpg
  • logo-bina-antarbudaya.jpg
  • logo-boutique-ikhlas.jpg
  • logo-buddist-reborn.jpg
  • logo-dema-fakultas-psikologi-uin.jpg
  • logo-fib-ui.JPG
  • logo-gerakan-sosial-parahyangan.jpg
  • logo-geraseri.jpg
  • logo-global-jaya-school.jpg
  • logo-himasurya.jpg
  • logo-hmj.jpg
  • logo-kaskus.jpg
  • logo-kinderfield.jpg
  • logo-kodak.jpg
  • logo-lihat-indonesia-roadtrip.JPG
  • logo-max-colony.jpg
  • logo-mojor.jpg
  • logo-omg.jpg
  • logo-PPIA-UNIMELB.jpg
  • logo-president-university.jpg
  • logo-prgoram-peduli-nagari.jpg
  • logo-prudent.jpg
  • logo-psychofair.jpg
  • logo-pustaka-ikhlas.jpg
  • logo-rdk-fm.jpg
  • logo-rica-leyona.jpg
  • logo-sema-fkuy.PNG
  • logo-sma-insan-rabbany.jpg
  • logo-sman6-bekasi.jpeg
  • logo-sman10-bekasi.jpg
  • logo-sman28-jkt.jpg
  • logo-smk-grafika.jpg
  • logo-ssb.jpg
  • logo-sse.jpg
  • logo-supermotor-indonesia.JPG
  • logo-surya-university.jpg
  • logo-universitas-katolik-parahyangan.jpg
  • logo-untukmu-pahlawanku.jpg
  • logo-wajah-project.jpg

Tanda Mata Sahabat

Video Sahabat

Follow Us On Twitter

Like Us

Link Sahabat

lvri

logo-sane